Hujan begitu indah tapi sayang diriku ini tidak menyukai hujan. Hujan selain membuat kesal (karena bikin basah) juga mengingatkan diriku pada memori kehidupanku yang sedih. Jadinya setiap melihat hujan seakan semua memori itu datang seiring turunnya hujan.
Kalo memilih, lebih baik diriku tidur saja dirumah bila hujan tiba, tidur hingga hujan reda. Bila kehujanan di jalan diriku lebih suka mampir ke warung, memesan secangkir kopi dan menghisap rokok Marlboro sampai hujan reda.
Bila hujan datang perasaan diriku menjadi labil, sama seperti hujan yang turun kebawah, perasaanku ikut turun mengikuti hujan. Semangat hidup hilang, mood bekerja hilang, semuanya hilang diderasnya rintik hujan. Pilek dan alergi air hujan juga turut datang saat hujan pertama jatuh ke bumi.
Jika dalam perjalanan melihat mendung yang tebal, diriku akan tancap gas dan segera berputar haluan pulang atau mencari warung, tergantung yang mana paling dekat. anyway, hujan aku sangat benci hujan.
Kalo memilih, lebih baik diriku tidur saja dirumah bila hujan tiba, tidur hingga hujan reda. Bila kehujanan di jalan diriku lebih suka mampir ke warung, memesan secangkir kopi dan menghisap rokok Marlboro sampai hujan reda.
Bila hujan datang perasaan diriku menjadi labil, sama seperti hujan yang turun kebawah, perasaanku ikut turun mengikuti hujan. Semangat hidup hilang, mood bekerja hilang, semuanya hilang diderasnya rintik hujan. Pilek dan alergi air hujan juga turut datang saat hujan pertama jatuh ke bumi.
Jika dalam perjalanan melihat mendung yang tebal, diriku akan tancap gas dan segera berputar haluan pulang atau mencari warung, tergantung yang mana paling dekat. anyway, hujan aku sangat benci hujan.
No comments:
Post a Comment