Lagi-lagi ibuku membuat ulah, menambah kandungan stress didalam otakku. Ibuku selalu mengasumsikan bahwa yang dipikirkannya adalah baik untukku, tanpa mencari tahu apakah aku suka atau tidak.
Entahlah, ibuku sedari kecil sudah begitu, dibilang sayang padaku memang ibuku sayang, dibilang senang menekannku memang sangat menekanku. Heran punya ibu yang tidak mau dikasi masukan oleh anaknya sendiri, masuk kiri keluar kanan. Hasilnya ibuku sangat protektif dengan diriku. Tiada satupun temenku yang berani datang seorang diri kerumahku, kecuali yang sudah hank dan gila-gilaan yang berani datang kerumahku sendiri dan juga kecuali temanku yang sudah aku kenal lama dan sering kerumah.
Hasilnya juga dari perlakuan ibuku terhadapku, aku dibilang anak rumahan, dibilang anak mami, dibilang segala hal yang menjelek-jelekkan diriku. Sampai anak kecil pun mengolok-olok diriku ini. Jelas ibuku tidak tahu kenyataan ini, sama sekali tidak tahu dan tidak mau tahu.
Bagi ibuku, jika aku tidak menurut keinginan ibuku maka aku langsung dicap durhaka, anak tidak tahu diuntung dan sejenisnya, tanpa mau tahu kenapa aku tidak menurut dan tidak mau tahu alasan dibalik aku tidak menurut.
Aku sendiri, kelihatan perfect mungkin diluar tapi sebenarnya sangat hancur didalam, diriku berusaha senyum, berusaha bercanda untuk menutupi semua itu. Sekarang pun aku jarang ada dirumah, aku sudah muak bertemu ibuku. Aku hanya pulang sesekali untuk ganti baju dan membuat blog ini. Diberikan uang ataupun tidak diberikan uang aku tidak mau tinggal dirumah yang bagaikan sangkar emas ini.
Entahlah, ibuku sedari kecil sudah begitu, dibilang sayang padaku memang ibuku sayang, dibilang senang menekannku memang sangat menekanku. Heran punya ibu yang tidak mau dikasi masukan oleh anaknya sendiri, masuk kiri keluar kanan. Hasilnya ibuku sangat protektif dengan diriku. Tiada satupun temenku yang berani datang seorang diri kerumahku, kecuali yang sudah hank dan gila-gilaan yang berani datang kerumahku sendiri dan juga kecuali temanku yang sudah aku kenal lama dan sering kerumah.
Hasilnya juga dari perlakuan ibuku terhadapku, aku dibilang anak rumahan, dibilang anak mami, dibilang segala hal yang menjelek-jelekkan diriku. Sampai anak kecil pun mengolok-olok diriku ini. Jelas ibuku tidak tahu kenyataan ini, sama sekali tidak tahu dan tidak mau tahu.
Bagi ibuku, jika aku tidak menurut keinginan ibuku maka aku langsung dicap durhaka, anak tidak tahu diuntung dan sejenisnya, tanpa mau tahu kenapa aku tidak menurut dan tidak mau tahu alasan dibalik aku tidak menurut.
Aku sendiri, kelihatan perfect mungkin diluar tapi sebenarnya sangat hancur didalam, diriku berusaha senyum, berusaha bercanda untuk menutupi semua itu. Sekarang pun aku jarang ada dirumah, aku sudah muak bertemu ibuku. Aku hanya pulang sesekali untuk ganti baju dan membuat blog ini. Diberikan uang ataupun tidak diberikan uang aku tidak mau tinggal dirumah yang bagaikan sangkar emas ini.
No comments:
Post a Comment